Reza Artamevia Minta Maaf ke Anak-anaknya

Reza Artamevia Minta Maaf ke Anak-anaknya

VIVA   –  Penyanyi Reza Artamevia diamankan pihak kepolisian atas penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu pada Jumat 5 September 2020. Atas perbuatannya, Reza Artamevia mengutarakan permintaan maaf kepada kedua anaknya, Aaliyah Massaid & Zahwa Rezi Massaid.

“Izinkan saya Reza Artamevia di dalam kesempatan ini menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada anak-anak aku, Zahwa dan Aaliya, kepada orangtua saya dan kepada adik-adik hamba, keluarga besar saya dan guru-guru saya, ” kata Reza yang mengenakan rompi orange di Polda Metro Jaya, Minggu 6 September 2020.  

Reza juga menyampaikan permohonan maaf pada kerabat serta orang-orang yang mendukungnya selama perjalanan karier. Reza selalu berharap agar siapapun untuk tidak mengikuti jejaknya.

Baca juga:   Reza Artamevia Ditangkap Sesudah Baru Beli Sabu

“Para sahabat dan kerabat dan pastinya seluruh pihak yg telah dan selalu mendukung perjalanan pekerjaan menyanyi saya. Saya mohon maaf lahir batin atas kesalahan yang sudah saya perbuat. Semoga hal ini tidak dicontoh siapapun selalu dan menjadi pelajaran berharga bagi saya, ” kata Reza.

Malam sebelumnya, salah kepala perwakilan keluarga bernama Kamil menjenguk Reza. Dalam kesempatan itu, Sempurna menyatakan kondisi Aaliya Massaid serta Zahwa Rezi Massaid dalam keadaan baik-baik saja.

Untuk diketahui, Reza Artamevia ditangkap pihak kepolisian pada Jumat 4 September sekitar pukul 16. 00 di salah satu restoran di jalan raya Jatinegara, Kelurahan Balai Besar, Jatinegara, Jakarta Timur. Berdasarkan keterangan Yusri, saat interpretasi di restoran tersebut, Reza Artamevia baru saja melakukan transaksi pembelian sabu-sabu.

Mengaji juga:   Pandemi, Keterangan Reza Artamevia Gunakan Narkoba

“Saat itu dalam satu restoran yang baru saja mengambil sabu-sabu tersebut, ” jelas Yusri.  

Pihak kepolisian mengamankan barang bukti satu klip sabu-sabu seberat 0, 78 gram, dompet, alat hisap, korek suluh. Atas perbuatan Reza Artamevia, dengan bersangkutan terancam melanggar Pasal 112 ayat 1 subsider Pasal 127 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman penjara paling singkat 4 tahun dan ancaman paling lama 12 tahun penjara.