Jadi Hapus Akun Instagram, Jerinx Keinginan Tak Ulangi Perbuatan yang Setara

Jadi Hapus Akun Instagram, Jerinx Keinginan Tak Ulangi Perbuatan yang Setara

VIVA   –  Sidang kasus pencemaran tanda baik dengan terdakwa I Besar Ary Astiana alias Jerinx balik dilakukan secara online bersama dengan Pengadilan Negeri Denpasar, Bali dalam Selasa, 22 September 2020.

Usai persidangan, kuasa hukum dari Jerinx kembali mempertanyakan menerjang surat penangguhan penahanan yang telah disampaikan beberapa waktu lalu.  

“Izin Yang Mulia, bagaimana yang sudah kami sampaikan sebelumnya. Telah kami ajukan dari keluarga terdakwa telah mengajukan penundaan penahanan terhadap terdakwa sampai zaman ini kami belum mendapatkan sahutan resmi terkait penangguhan penahanan, ” ucap kuasa hukum Jerinx pada Polda Bali.

Baca juga:   Dengar Dakwaan Jaksa, Jerinx: Sebenarnya Salah Saya Apa?

Kuasa hukum juga mengirimkan jika penangguhan penahanan itu berdasar karena Jerinx merupakan tulang punggung keluarga dan telah berjanji akan kooperatif selama kasus berlangsung.  

“Pertama terdakwa tangkas punggung keluarga. Penting juga sudah dijamin tidak melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. Terdakwa pula kooperatif selama penyidikan, ” katanya.  

Untuk memperkuat agar penangguhan penahanannya diterima Jerinx, siap untuk menghapus akun Instagramnya, @jrxsid. Sehingga dia tidak akan lagi mengulangi tanduk yang sama.  

“Untuk memperkuat penangguhan saya juga siap jika akun saya itu dihapus untuk menjamin saya tidak mengulangi perbuatan yang sama atau perangai yang serupa, itu akun jrxsid itu bisa saya atau bisa pihak kepolisian delete , itu tidak apa-apa untuk memperkuat penangguhan, jika itu yang dikhawatirkan saya mengulangi perbuatan yang sama lagi, ” kata Jerinx.

Baca selalu:   Sidang Jerinx SID Diskor Dua Kali oleh Indah Hakim

Diketahui di dalam dakwaan,   postingan Jerinx diduga bernada kebencian, permusuhan, penghinaan, atau pencemaran nama baik. Membuat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) merasa terhina dan dibenci oleh masyarakat.  

Untuk itu, Jerinx didakwa dengan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 bagian 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UNDANG-UNDANG Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.